Memang tidak dapat dipungkiri bahwasanya harta memang
satu-satunya hal yang selalu menarik perhatian seseorang. Kendati demikian,
banyak pula yang terjerumus dan justru menutupinya dengan jubah kebutuhan
ekonomi yang semakin meningkat.
Dalam Agama Islam
juga telah diajarkan bahwa umatnya diwajibkan untuk mencari nafkah dan
menyandangi anak-istri mereka. Tentu menggunakan nafkah yang halal. Dikatakan
halal bukan hanya karena bentuk fisik. Melainkan juga cara untuk mendapatkan
hal tersebut.
Lantas bagaimana dengan para pencari nafkah yang telah
melenceng ke jalur yang sesat? Padahal dalam kesehariannya orang tersebut
mengaku beragama Islam.
Dalam kasus
seperti itu merupakan urusan individu dengan Tuhan-Nya. Kita tidak boleh
mencampuri urusan yang tidak dalam kapasitas kita. Akan menjadi hal yang
mencurigakan apabila ada seorang yang mendapatkan kekayaan dengan tiba-tiba dan
instan. Tiba-tiba beli rumah mewah, mobil, liburan kesana dan kemari. Namun pernahkah
sedikit terpikir bahwa hal tersebut justru akan menimbulkan berbagai pertanyaan
tentang darimana asal muasal kekayaan yang diperoleh.
Mungkin dari Anda sudah berhasil mengelabui anggapan
orang-orang. dengan mengatakan bahwa bisnis Anda tiba-tiba berkembang karena
adanya investor
besar dari luar. Atau mungkin Anda akan mengatakan bahwa Anda adalah
pewaris tunggal dari harta kekayaan orang tua Anda. Namun, percaya atau tidak
Tuhan tidaklah tidur. Ia mengetahui segala hal yang telah terjadi di dunia ini.
Bahkan Ia akan menghukum orang-orang yang telah ingkar terhadap-Nya. Namun sekali
lagi, disini tidak akan membahas mengenai human apa yang pantas diterima untuk
pelaku tersebut, karena pada hakikatnya itu adalah urusan individu dengan
Tuhan-Nya.
Sejatinya ada perbedaan antara orang yang benar-benar
menginginkan kekayaan
secara instan dan bertahap. Orang-orang yang menginginkan sebuah cara yang
instan umumnya tidak mau bahkan enggan untuk berusaha. Mereka hanya mau enaknya
saja tanpa sebuah perjuangan. Biasanya orang-orang seperti ini akan lari kepada
para oknum yang mampu menyediakan pesugihan tanpa adanya usaha sedikit pun.
Pesugihan seperti ini tidak akan serta merta memberikan segebok uang dengan
cuma-cuma. Para oknum yang sebelumnya telah bekerja sama dengan syaitan akan
meminta tumbal nyawa sebagai ganti uang yang telah diberikan. Biasanya kekayaan
yang didapat dengan cara seperti ini tidak akan berlangsung lama.
Beda lagi dengan orang-orang yang memang benar-benar membutuhkan
kekayaan namun bersedia melakukan usaha agar dapat merealisasikan hajat mereka.
Umumnya orang-orang seperti ini akan dengan bersungguh-sungguh dan sangat
berhati-hati dalam membelanjakan harta.
Oleh karenanya sebaiknya Anda selalu berhati-hati dalam
mencari solusi
mengenai harta. Jangan hanya tergiur oleh ‘oknum-oknum nakal’ yang menjanjikan
sebuah kekayaan secara instan dan lantas Anda akan dengan mudah meng-iya-kan
begitu saja.
Oleh Ustadz Ajib Mustajib hanya akan mengingatkan bahwa untuk
mencari tumbal tidak dapat dikatakan mudah. Tidak semua orang dapat ditumbalkan
begitu saja. Orang yang dapat ditumbalkan adalah mereka yang juga memakan harta
hasil dari lelakon
pesugihan itu. Ya sudah jelas bahwa orang-orang tersebut adalah
saudara-saudara dekat Anda sendiri.
0 Komentar untuk "Menguak Misteri Harta Dan Tumbal"